Daftar Haji 2017

Assalamualaikum..

Sudah lama ya ga sharing apapun di blog. Karena keterbatasan waktu (padahal mah sempet hehe).. Nah kali ini saya mau sharing nih tentang Daftar Haji (khusus yg tipe regular ya). Bagi kamu yang lagi butuh informasi untuk daftar haji, semoga sharing saya kali ini bisa membantu ya.. 😊

Niat pingin naik haji itu sudah ada, pas tanya teman yang duluan daftar haji, dia insya Allah berangkat 17 tahun lagi (daftar tahun 2015, Daftar di Jakarta, Regular). Lama? Iya memang. Kudu antri. Karena antriannya cukup panjang, jadi saya inisiatif daftar secepatnya. Biar waktu berangkat, masih kuat lahir dan batin. Insya Allah. 

Alhamdulillah tabungan sudah mencukupi untuk dua orang (suami dan istri), akhirnya 13 September 2017 saya daftar haji. 

Bismillahirahmannirahiim..

Ada beberapa yang menjadi syarat untuk bisa daftar haji. Ada dua tahapan untuk daftar, pertama daftar di Bank dan kedua daftar di Departemen Agama (Depag). Saya cerita satu per satu ya sesuai urutannya.

1. Tahap Pertama (Syarat dari Bank)

  1. Punya rekening bank yang bekerja sama dengan (Depag). Saya buka rekening di Bank Muamalat. Rekeningnya khusus untuk haji. Tidak bisa diambil. Saldo yang diwajibkan untuk daftar haji adalah sebesar Rp25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah)/orang. Dengan ini kamu bisa dapat nomor porsi keberangkatan haji dari Depag.
  2. Foto 3×4 sebanyak 5 lembar dengan latar belakang putih.
  3. Bawa KTP Asli.
  4. Bawa NPWP (kalau punya).
  5. Bawa materai 6000 sebanyak 2 lembar (bank juga sediakan kok).

Prosesnya ±30 menit untuk membuat rekening baru. Cepat dan mudah. Selesainya buka rekening di Bank, kita akan dapat dokumen Bukti Setoran Awal BPIH dari Bank. Dokumen ini yang nantinya diserahkan ke Depag.

Karena KTP saya berada di Kota Tangerang, daftar di Depagnya juga harus Depag Kota Tangerang. Depag Kota Tangerang (khusus daftar haji) berada di Jalan Achmad Yani (seberang RSUD persis). Bukan Depag yang di Jalan Perintis ya..

2. Tahap Kedua (syarat dari Depag)

  1. Foto 3×4 sebanyak 20 lembar.
  2. Foto 4×6 sebanyak 10 lembar.
  3. Bawa KTP asli dan fotokopinya sebanyak 3 lembar.
  4. Bawa Kartu Keluarga asli dan fotokopinya sebanyak 1 lembar.
  5. Bawa Ijazah atau Akte Kelahiran atau Surat Nikah asli dan fotokopinya sebanyak 1 lembar.
  6. Bawa bukti Setoran Awal BPIH dari Bank.
  7. Bawa surat kesehatan (saya gatau kalau disuruh bawa ini, tapi akhirnya hanya disuruh tulis di kertas seperti Nama, alamat, golongan darah, tinggi dan berat).

Setelah dokumen terkumpul, saya disuruh menunggu (cepet kok) untuk semua datanya diproses. Setelah diproses, saya disuruh masuk ke ruangan biometrik untuk difoto dan scan jempol kanan kiri. Setelah itu datanya diproses kembali.

Setelah datanya diproses, ada 1 rangkap dokumen (berisi 5 lembar) yang harus ditandatangani. Dokumen tersebut berisi nomor porsi naik haji beserta keterangan-keterangan lainnya. Nah dokumen ini yang Depag, Bank dan kita simpan sampai dengan hari H (kalau bisa discan dan dilaminating ya, karena kertas 16 tahun lagi gatau bentuknya kayak gimana). Semua proses di Depag itu FREE dan cepat kok. Alhamdulillah..

Oh ya, saya dapat nomor porsi yang insya Allah berangkat 16 tahun lagi, yaitu tahun 2033. Doakan ya semoga masih sehat lahir dan batin 😊.

Tiap daerah berbeda porsi keberangkatannya. Kemungkinan lebih lama atau lebih cepat ya.

Sekian sharing saya tentang pendaftaran haji. Semoga membantu 😊

Dirgahayu Republik Indonesia ke-71!

Akhirnya ya, setelah tinggal di Jakarta (sanaan dikit) selama 28 tahun, baru kali ini ke Monas dan Istana Negara saat 17 Agustusan! Seneng banget!

Awalnya sih agak males diajakin sama suami ke Monas. Ya ngapain gitu ke Monas liat upacara bendera 17an. Liat dari TV juga bisa. Lebih jelas malah. Tapi berhubung saya udah lama ga keluar dari kandang (baca: rumah), akhirnya menerima lamaran, eh maksudnya ajakan suami saya.

Rencana jam 7 udah di Monas, kenyataannya masih dandan di rumah 😹. Akhirnya berangkat jam 07.30 naik motor ke Kalibata nganter kunci motor kakak saya yang ketinggalan di dalam bagasi motornya(Duuhh.. kok bisaaa siihhh??). Trus abis itu sekitar jam 09.15 kita sampe di Ratu Plaza, motornya kita parkir disana karena halte TransJakarta deket dari tempat parkirnya (males jalan). Trus naik TransJakarta bayarnya cuma Rp1.708,- kemana ajaaaaahh.. Semacam promo kemerdekaan gitu. Lumayanlah yaa.. Jam 09.15 belum rame, masih kosong dong. Alhamdulillah..

Sampe Monas sekitar jam 09.30. Cepet yah! Iya, selain TransJakarta kosong, jalanan pun masih kosong. Jalan dari halte Monas ke Istana negara, panas banget sodara sodara!! Untung udah pake sunscreen dan bawa kacamataitem biar agak gaya dikit.

Sesampainya di Istana negara, kita ketemuan sama temen kantor, Mas Eko & Steve, si fotografer handal sebursa 😁.

image

Foto Candidnya Steve

Liat big screen sambil nunggu pesawat tempur lewat. Eh iya, saya datengnya kesiangan!!!! Jadi ga sempet tuh nonton kereta kencana dan paskibraka yang ngiringinnya 💔. Kecewa lah.. Tapi Mas Eko & Steve berkesempatan liat dan mereka foto! Gus Nget!!!! Tahun depan insya Allah mau nonton lagi dan ga boleh telat.

Lanjut. Sekitar ± jam 10, saat yang ditunggu-tunggu dateng juga. Meriam diledakkan sebagai tanda-tanda akan dilakukannya pengibaran bendera. Aselik, saya baru pertama kali liat dan denger langsung jadi hepi berat!! Hahahaha.. Selanjutnya pengibaran bendera Merah Putih dimulai. Deg-degan cyinnn takutnya kebalik ajah, tapi alhamdulillah sukses berat. Trus kita semua yang ada di area Istana Negara pada nyanyi lagu Indonesia Raya sambil hormat. Merinding ih trus terharu juga.

image

Hormat Graaaakk!!

Nah setelah pengibaran bendera Merah Putih, saya dibuat terkagum-kagum lagi sama enam pesawat tempur dari Angkatan Udara yang menyapa Presiden Joko Widodo dari udara. Keren banget!! Waktunya presisi banget antara selesainya pengibaran bendera dan saat mereka lewat depan istana. Sumpah itu keren banget!!!!

Tuh saya kasih video Instagram saya saat detik-detik Pesawat Tempurnya lewat depan istana negara menuju Monas. Kerenkan???!!!

Nah, setelah liat pesawat tempur, kita berfoto-foto di area Monas. Ada spot yang sangat saya suka. Spot kreatif kali yah namanya. Warna-warni 17an..

image

Dream Catchers

image

image

After Wedding Photo 😜

Setelah ke Monas, kita lanjut ke pameran flora dan fauna di Lapangan Banteng. Tadinya mau jalan dari Monas, tapi ga jadi deh, panasnya masya Allah banget. Tadinya mau naik taksi berempat, eh ternyata Bajaj BBG lagi gratis tuh dari Monas ke seluruh Jakarta! How lucky we are! Naik bajaj berdua-dua aja, biar ga pangku-pangkuan 😝.

image

Setibanya di Lapangan Banteng, kita makan kerak telor, jus sirsak (ternyata sirup doang, cih), pancake durian dulu karena baper (kebawa laper dari Monas). Trus foto-foto lagi deh hehehe

image

image

Lomba Ngupas Duren 😹😹

image

image

Kaktus, tanaman favorite saya

image

Burung Hantu

image

Ngantuk banget kayaknya si marmut 👻


image

Setelah cape ngider-ngider Lapangan Banteng, akhirnya kita ke….. KFC Sarinah! Beli yang bucket karena dapet diskon 50%, lumayanlah daripada lumanyun. Trus abis makan kita akhirnya memutuskan untuk pulang, karena makin panas dan makin cape. Lanjut naik TransJakarta lagi sampe Ratu Plaza. Oiya, ternyata bayar parkirnya 16rb aja dong 😹😹😹. Mahal beuneurr..

Sekian cerita saya di Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 ini. Semoga Indonesia bener-bener merdeka ya! Anti korupsi dan kemiskinan berkurang. Aamiinn…

Honeymoon di Lombok (Day 3)

Day 3 – Meresse Hill, Seger Beach, Tanjung Aan Beach, Sade Village/Sasak Original Village, Jeeva Bloam Beach, Pink Beach..

3. Meresse Hill, Lombok Tengah.

113.jpg

Meresse Hill 3Gue bela-belain naik mobil dari hotel ke Meresse Hill ± 15 menit sekitar jam 05.00 untuk liat sunrise. Gue harus mendaki bukit untuk mencapai puncaknya. Yah lumayan olahraga pagi-pagi. Ada satu ekor anjing yang ngikutin gue terus, mungkin dia penunjuk jalan ke bukit. Oh iya, gue ke sini bulan November lagi musim panas. Lagi kering-keringnya. Katanya the best view untuk kesini sekitar bulan Maret – April setelah musim hujan. Lagi hijau-hijaunya.

Sesampainya di atas bukit, sumpah, suasananya tenang banget. Angin berhembus pelan. Desir-desir ombaknya bikin hati tenang dan tambah ngantuk. Terus didampingi suami pula! Hehehe.. Duduk-duduk, foto-foto, makan bekal yang dibawa dari hotel, ngobrol-ngobrol untuk menikmati suasana di Meresse Hill ini. Alhamdulillah..

Setelahnya gue turun bukit, ke pantai sebelah Meresse Hill. Banyak rumput laut terdampat dan pasir pantainya gede-gede kayak merica. Gak lama di pantai, gue balik lagi ke hotel untuk sarapan dan check out. Pindah lokasi.

4. Seger Beach, Lombok Selatan.

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

Ga hanya pemandangannya yang indah, tapi pantai ini punya legenda sendiri, yaitu legenda Putri Mandalika. Jadi begini, dulu ada tiga orang pria memperebutkan satu putri cantik jelita, Putri Mandalika-Anak seorang raja Tonjang Beri. Karena kecantikannya dan kebaikannya inilah banyak pangeran yang bermaksud memperistri. Namun anehnya, setiap pangeran yang melamar tidak ada satupun yang ia tolak. Para pangeran tersebut tentu tidak menerima jika sang putri diperistri oleh banyak pangeran. Maka, mereka pun bersepakat untuk mengadu keberuntungan lewat peperangan. Siapa yang memenangi perang tersebut dialah yang berhak menjadi suami Putri Mandalika. Kabar ini akhirnya sampai juga ke telinga sang putri. Ia pun berpikir selama sehari semalam untuk menemukan jalan keluarnya. Akhirnya ia memutuskan untuk merelakan jiwanya demi menghindari terjadinya peperangan yang akan memakan korban lebih banyak lagi. Setelah melakukan semedi, maka Putri Mandalika mengundang semua pangeran pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak. Bertempat di pantai Segar mereka berkumpul untuk mendengarkan siapa pangeran yang akhirnya akan menjadi suami Putri Mandalika. Saat itulah putri berkata bahwa tidak ada satupun pangeran yang dia pilih karena dia telah ditakdirkan menjadi Nyale (cacing laut) yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan laut. Sesaat setelah mengatakan hal itu, putri-pun menceburkan diri ke laut. Ia pun menghilang tanpa jejak. Tak lama kemudian, di permukaan laut bermunculan binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak.

Binatang yang berbentuk cacing laut itu memiliki warna yang indah, perpaduan antara warna hitam, hijau, kuning dan coklat. Binatang itulah yang kemudian disebut sebagai “Nyale” jelmaan Putri Mandalika. Pantai Seger ini ada ritual yang cukup menarik untuk di ikuti. Ritual tersebut dilakukan oleh masyarakan setempat setiap tahunnya. Ritual ini bernama “Bau Nyale”, yaitu berburu cacing laut atau “Nyale”. Ritual ini dimulai ketika Nyale mulai muncul di sekitar pantai, yaitu sekitar bulan Februari sampai Maret. Ritual Bau Nyale adalah ritual masyarakat setempat untuk menghormati Putri Mandalika. Bau Nyale memiliki hubungan yang erat dengan Bukit Mandalika yang terletak tak jauh dari Pantai Kuta. Menurut mitos, “Nyale” merupakan teinkarnasi dari Putri Mandalika. Tak hanya menyaksikan, Anda juga bisa bergabung dalam acara perburuan cacing laut ini. Ada beberapa macam masakan yang berbahan dasar Nyale. Satu hal yang menjadikan ritual ini istimewa, “Bau Nyale” hanya bisa disaksikan di Pantai Seger dan Pantai Kuta Lombok.

(legenda Putri Mandika: http://marlionllc.com/keindahan-alam-pantai-seger-lombok/)

5. Tanjung Aan Beach, Lombok Selatan

IMG_20151111_101216

Pasirnya putih haluuuuuussss banget kayak terigu. Pantainya juga berwarna gradasi hijau dan biru, Hijau muda-hijau tua-biru muda-biru tua. Cantiknyaa!

 

 

6. Sade Village/Sasak Original Village

sade150 rumah, 700 jiwa. Kalo mau kawin, cowoknya harus ngajak lari ceweknya. Kalo ceweknya ga mau, ceweknya boleh teriak. Kalo mau? Boleh lari bareng sama cowoknya. Rumahnya ga ada lampu di dalamnya, hanya ada teras aja. Atapnya dari ilalang, alasnya dari tanah liat, dilapisi dengan kotoran kerbau. Mata pencaharian penduduk Desa Sade ini bertani. Kebetulan kemarin musim kemarau, mata pencahariannya berubah menjadi bertenun.sade 1

7. Pink Beach, Lombok Timur.

DCIM100MEDIA

Pantai Pink 1. Ya, sekilas sih ga begitu nge-pink pasirnya, tapi setelah diperhatiin pasirnya, pinknya terlihat jelas. Biasanya ada jasa abang speed boat ke Pantai Pink 2, Pulau Pasir, Pantai Mangkok (nama bekennya: Honeymoon Beach. Konon Honeymoon Beach ini pantainya kecil dan airnya bening banget) jaraknya bisa ditempuh sekitar 1 jam, pulang-pergi. Pas gue kesana, abang speedboatnya ngeselin. Biasanya sewa boat seharga Rp250.000,-, tapi tadi gue dimahalin banget, jadinya Rp600.000,-. Jauhkan selisihnya? Akhirnya gue memutuskan untuk ga ke Pantai Pink 2 dan Pulau Pasir. Eh kenapa sih kok dimahalin? Karena turis pada waktu itu sangat sedikit, pendapatn mereka jadinya sedikit. Nah mumpung ada turis yang mau jalan-jalan, mereka mahalin.

Kata orang lokalnya bilang, di Lomboknya sendiri masih mikirnya egois dan bukan mikir untuk jangka panjang. Kalo mereka mikir jangka panjang, harga yang fix bisa mendatangkan banyak turis dan otomatis pendapatan mereka jadi bertambah bukan, ya?

Oiya, gue paling suka perjalanan menuju Pantai Pink! Indahnya luar biasa!

Pink 3Pink 2

8. Jeeva Bloam, Lombok Timur

Pantai paling indah se-Lombok. Pantai Tanjung Beloam, namanya. Sebenernya tempat ini adalah private beach, tapi setelah “nego” sama security-nya, kami boleh masuk tapi bayar. Bayarnya Rp125.000,-/orang, dapet welcome drink (coca cola diet coke). Tapi ga nyesel, cuantiiiiiiiiikkkk buangeeeet pantainya dan sangat amat bersih dan terawat. Jeeva Bloam ini juga ada resortnya dan dikelola sama bule. Jumlahnya ada 9, kalo ga salah. Publish ratenya sekitar US$345/malam. Gila yah! Best viewnya sekitar bulan Maret – April.

IMG-20160715-WA0003.jpg

Cantik bukan? 🙂

 

Day 4 –

Honeymoon di Lombok (Day 2)

Day 2 – Alhamdulillah Nyampe Lombok!

Masih di Denpasar..

10 November 2015, 05:30WITA kita udah sampe di Terminal Mengwi, Denpasar. Terminalnya sepi banget, ternyata belum beroperasi. Di Denpasar, kita udah janjian sama Mas Takin untuk mengantar kami ke Pelabuhan Padang Bay buat nyeberang ke Lombok. Mas Takin siapa emangnya? Dia temannya tour guide kami di Lombok. Gak gratis sih, bayar sekitar Rp400.000,- untuk sampe ke Pelabuhan Padang Bay. Mahal ya? Emang.

Naik Kapal Ferry Nyebrang ke Lombok (Laut)

Nyeberang ke Lombok butuh waktu ± 3 – 5 jam naik kapal ferry. Kok lama? Nyeberangnya sih cepet, yang lama itu antri nunggu ferrynya berlabuh, ± 2 jam. Gue naik ferry Dharma Kosala, bagus dan bersih, harga tiketnya Rp43.000,-/orang. Sebenernya naik speed boat juga bisa, tapi bagi siapa yang ga biasa naik speed boat, mendingan naik ferry aja deh daripada mabok. Naik speed boat makan waktu ±1 jam aja dengan biaya Rp350.000,-.

LOMBOK!

Jam 13.22 WITA, alhamdulillah sampe juga di Pelabuhan Lembar, Lombok dan gue udah dijemput sama Pak Ari, tour guide gue selama di Lombok. Alhamdulillahnya lagi, Lombok ga kena imbas erupsi Gn.Barujari. Jadi deh gue honeymoon disini!

1. Puri Rinjani Bungalow, Kuta Lombok, Lombok Selatan.

Letaknya persis di depan Pantai Kuta Lombok. Hotelnya terdiri dari beberapa bungalow, di tengah-tengahnya ada kolam renangnya dan lobbynya cantik. Ada WiFinya, tapi signalnya jelek banget! Ga kepake deh jadinya… Restorannya ada di bagian depan hotel, ruangan terbuka. Jadi kalo kita makan langsung bisa liat Pantai Kuta. Pantai Kuta Lombok ga seperti Pantai Kuta Bali. Di Lombok sepi banget.

Sesampainya di kamar, gue mandi (setelah sehari semalam ga mandi) dan bersiap untuk nongkrong, eh, kencan di cafe Ashtari.

2. Cafe Ashtari, Lombok Selatan.

collage-2016-07-15 (2)
Clockwise: Cafe Ashtari, Cafe Ashtari Indoor, Cafe Ashtari Outdoor, Cafe Ashtari Outdoor

 

Cafe Ashtari ini milik orang bule. Lokasi cafenya agak naik ke atas bukit. Cafenya bagus banget (bisa indoor dan outdoor), ada live musicnya dan viewnya cantik pula. Dari sini kita bisa liat Pantai Kuta, Pantai Tanjungan, Pantai Seger terus bisa liat bukit-bukit juga. Duh, pokoknya cantik banget! Makanannya ya standar bule. Ga ada tuh ayam taliwang, kangkung plecing di sini. hehehe.. Rangenya harganya sama kayak range harga cafe-cafe di Jakarta. Chocolate Milkshake Rp50.000,- dan Risoles 5 biji Rp45.000,-. Karean sudah cukup bosan di Ashtari, akhirnya gue memutuskan pulang ke hotel untuk istirahat karena besok mulai petualangan! Asik!

Day 3 – Meresse Hill…

Honeymoon di Lombok (Day 1)

Assalamualaikum..

First things first, gue mau bilang Alhamdulillah kalo gue udah nikah tahun lalu dengan pria idaman gue, sebut saja namanya Marsa. Dia teman sekantor gue, dulu.

Setelah nikah, kita berdua memutuskan untuk honeymoon ke Lombok. Kita udah beli tiket, sewa travel agent dan booking hotel dari jauh-jauh hari. Waktu ngerencanain sih smooth banget, tapi pas dijalanin ternyata rencana berubah drastis! Kenapa? karena waktu itu Gn.Barujari -anak Gn.Rinjani-, lagi “batuk-batuk”. Semua penerbangan dari/ke Lombok, dibatalin. Ga cuma ke Lombok aja sih yang dibatalin, ternyata ke Bali juga karena Bali kena imbas debu. Akhirnya, kita ngubah transportasi ke Lombok. Kenapa ga ubah destinasi? Karena udah terlanjur DP sana-sini, sayang banget kalo hanguskan… Yah manusia cuma bisa ngerencanain, Allah yang nentuin.

Gue bakal ceritain perjalanan kita ke Lombok yang penuh dengan perjuangan dan tempat-tempat mana aja yang gue datengin..

DAY 1 – Transportasi Alternatif ke Lombok

Minggu malam udah ada berita di televisi kalo semua penerbangan ke Lombok dibatalin dan kita pusing mikirin jadi ke Lombok atau enggak? atau ga jadi honeymoon (kalo ini sih tetep jadi :p). Terus kita pasrah aja deh nunggu berita besok pagi, kali aja penerbangan ke Lombok udah di buka lagi.

Senin pagi, 9 November 2015, penerbangan ke Lombok masih ditutup. Gue harus ke Lombok gimana caranya. Akhirnya gue tetep ke Bandara Soetta, refund tiket, terus mencari alternatif lain menuju ke Lombok. Bisa aja naik pesawat ke Bali terus nyambung kapal ke Pelabuhan Lembar Lombok. Nyatanya? Penerbangan ke Bali juga ditutup karena arah angin erupsi Gn.Barujari mengarah ke Bali. Pusing gak? Banget.

Akhirnya kita menjalankan HCP (Honeymoon Continuity Plan) kita nih, transportasi alternatif ke Lombok nih, tapi biayanya jadi membengkak banget dan berisiko. Kenapa berisiko? Karena takut ga kebagian tiket! Gapapalah, dicoba dulu, yang penting ke Lombok. Lewat Udara, Darat dan Laut.

Naik Pesawat dari CGK ke SUB (Udara).

  • Gue langsung beli tiket ke Surabaya naik Sriwijaya Air seharga Rp1.157.000 / 2 orang jam 13.20 – 14.35 (berharap ga delay, karena kita ngincer bus malam ke Bali).
  • Alhamdulillah ga delay. sesampainya di Surabaya, kita langsung naik bus Damri dengan harga tiket Rp25.000 / 2 orang ke Bungurasih, tujuan Terminal Purabaya. Naik Damri memakan waktu ± 20 menit. Belum termasuk nunggu penumpangnya loh ya, bisa 15 menit sendiri dan yang mana itu sore hari, ada bubaran buruh Maspion jadinya macet dikit.

Naik Bus Malam dari Terminal Purabaya Surabaya ke Terminal Mengwi, Denpasar (Darat)

  • Gue ngebayangin Terminal Purabaya itu seperti terminal Blok M. Lumayan “sepi”. Nyatanya buanyak banget calo bus! Turun dari Damri, koper kita langsung dibawa calo dong! Gila ah nih calo nyeremin banget, suka maksa. Akhirnya  gue rebut koper gue trus bilang, “Mas, saya udah beli tiket. Lepasin koper saya!”. #drama.
  • Kita udah di-booking-in tiket bus sama temen gue, naik bus Gunung Harta berangkat jam 17.00. Lokasi busnya ada di bagian belakang terminal. Jadi kudu ekstra sabar dan hati-hati menghadapi banyak calo nawarin tiket.  Harga tiket Gunung Harta Rp360.000 / 2 orang, udah dapet air mineral merk Flow dan makan malam di restoran pinggir jalan yang udah kerja sama dengan pihak bus ini.
  • Sayangnya perjalanannya malam hari. Kalo siang, gue bisa liat Taman Nasional Baluran (konon katanya, TN.Baluran ini dijuluki Afrikanya Indonesia. UWOW!), Pembangkit Listrik Paiton (kalo malem pemandangannya cantik banget. lampu-lampu)

Naik Kapal Ferry nyeberang ke Denpasar (Laut)

  • Jam 23.57, kita sampe di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Disini kita antri untuk masuk ke kapal yang nantinya nyeberang ke Pelabuhan Mengwi. Alamak, supir-supir bus malam tuh emang canggih-canggih waktu parkir di kapal ferry yang jembatannya super sempit dan busnya super besar.
  • Besok paginya, 10 November 2015 jam 05.30 WITA, alhamdulillah kita sampe di Pelabuhan Mengwi Denpasar.

 

Day 2 – Alhamdulillah Nyampe Lombok….

Halong Bay, Hanoi, Vietnam

Hello Assalamualaikum..

Saya akan bercerita mengenai perjalanan saya (dan teman-teman) ke Hanoi, Vietnam selama 4 hari 3 malam. Kami melakukan perjalanan ala backpacker, seekonomis mungkin (hehe). Mulai dari tiket pesawat, hotel di Hanoi, dan city tour pun dilakukan sendiri. Rate exchange waktu saya pergi 1US$ = Rp10.000 (kira-kira) = 21000VND. Mata uang Vietnam bisa ditukar di Jakarta atau di Bandara Hanoi atau di Hotel tempat kami menginap. Ratenya paling bedanya sedikit. Tujuan kami ke Hanoi sih sebenernya mau lihat Halong Bay hehehe.. secara tempat ini hits banget dan jarang orang pergi kemari.

1. Perjalanan Jakarta – Hanoi – Jakarta

Kami naik pesawat AirAsia hasil diskonan hehehehe.. Saya lupa harga tiketnya berapa, tapi on budget-lah ya kalo diskonan (hehe). Berangkat ke Hanoi memakan waktu sekitar 8.5 jam (termasuk transit di Singapore 3 jam). ya kurang lebih 5.5 jam dari Jakarta – Hanoi. Pulangnya kami transit di Kuala Lumpur yang memakan waktu perjalanan sekitar 14 jam!!!!! (transit di Kuala Lumpur 8.5 jam!). Ya begitulah diskonan, harap maklum.

Simbol Kota Hanoi

Jantung Kota Hanoi

Karena ada keterbatasan bahasa (penduduk Hanoi jarang berbahasa Inggris), dan kami kurang mendapatkan informasi mengenai transportasi yang aman selama disana, kami booking mobil Hotel kami menginap untuk menjemput dan mengantar kami ke Bandara (ada biaya tambahan kira-kira Rp300.000 untuk jemput-antar ke Bandara).

2. Hotel

Hanoi Central Backpacker Hostel

Hanoi Central Backpacker Hostel

Kami sudah booking hotelnya sekitar dua minggu sebelum kami tiba. Hotel yang saya singgahi adalah Hanoi Central Backpackers’ Hostel. Murah banget. Per malamnya hanya $5/orang ya sekitar Rp50.000,- untuk dorm bed. Satu kamar ada 8 tempat tidur dan dilengkapi dengan lemari loker dan free wi-fi (fyi: wi-finya super kenceng!!). Disini kita bisa sekamar dengan sesama turis. Selama saya tinggal sih aman-aman aja, ga ada yang aneh (alhamdulillah). Customer Servicenya juga helpful banget, kita bisa tanya tentang apapun yang ada di Hanoi. Lumayan buat tambahan referensi jalan-jalan.

Kalau malam hari, hotel ini ada “pesta” kecil di Bar dengan ukuran bisa dibilang mini. Kebanyakan yang datang adalah turis asing. Berbagai macam minuman tersedia disana dan ramai akan electro music. Bartender-nya juga ramah.

Kita dapet Roti Perancis, selai strawberry dan 1 buah pisang untuk sarapan. Lumayan untuk sarapan ngisi energi sebelum jalan-jalan.

3. Tempat wisata

a. Hari-1

Setelah kami check-in, kami langsung bersiap untuk jalan-jalan (Ya benar, jalan kaki) mengitari Hanoi, terutama sih yang lokasinya dekat dari hotel karena kalau sudah malam ngeri juga ya. Oiya, disini banyak banget yang make Vespa Piaggio LX125 dan jalanan disini seperti di Bali (kecil-kecil rindang) dan sangat semrawut. Berbekal itinerary yang telah disiapkan, peta yang boleh ngambil di bandara Hanoi dan rekomendasi dari yang jaga hotel, kami siap untuk bertualang. Dekat dari hotel, ada Gereja St. Joseph’s Cathedral. Gedungnya keliatannya tua banget tapi keren. Sekitar gereja banyak tempat makan dan tempat gaul anak-anak Hanoi dan juga turis.

St. Joseph's Cathedral

St. Joseph’s Cathedral

Malam harinya, kami makan malam dulu di Pho24 (lah di Jakarta juga ada hahaha).. setelah makan kami langsung jalan ke Hoàn Kiếm Lake. Kalau malam, danau ini cantik banget. Lampu-lampu yang ada di sekitar danau yang membuatnya cantik.

Hoàn Kiếm Lake Part 1

Hoàn Kiếm Lake Part 1

Hoàn Kiếm Lake Part 2

Hoàn Kiếm Lake Part 2

Jembatan Cinta :D

Jembatan Cinta 😀

IMG_4529

Setelah ke Hoàn Kiếm Lake, kami lanjut keliling pasar Hanoi. Lumayan banyak warga yang jual kerajinan tangan hasil Hanoi harganya lumayan mahal, tapi masih bisa ditawar kok. Saya suka banget topeng-topengannya yang dari jerami dan tas yang dirajut warna-warni. Keren!

Topeng-Topengan

Topeng-Topengan

Boneka Kayu

Boneka Kayu

Cih-Luk-Bah!

Cih-Luk-Bah!

Setelah keliling pasar, akhirnya kami memutuskan untuk balik ke Hotel untuk mandi dan tidur. Hehehe dan petualangan dilanjutkan besok!

b. Hari-2

Bangun pagi, sarapan, dan jalan ke Thang Long Water Puppet Theather. Itu tempat apa sih? Thang Long Water Puppet Theather itu tempat pertunjukan Boneka kayu khas Vietnam, pertunjukkannya bukan di panggung megah gitu lho, tapi di atas air. Boneka-boneka ini digerakkan dengan bantuan tangan manusia. Ceritanya tentang legenda di Vietnam. Tiketnya 100.000VND sekitar kurang lebih US$5.

Gedung Thang Long Water Puppet Theather

Gedung Thang Long Water Puppet Theather

Gedung Thang Long Water Puppet Theather

Gedung Thang Long Water Puppet Theather

Jadwal Pertunjukan Thang Long Water Puppet Theather

Jadwal Pertunjukan Thang Long Water Puppet Theather

Dinden di Pertunjukan Thang Long Water Puppet Theather

Sinden di Pertunjukan Thang Long Water Puppet Theather

Pertunjukan Thang Long Water Puppet Theather

Pertunjukan Thang Long Water Puppet Theather

IMG_4663

Boneka-Boneka Kayu

IMG_4659

Setelah nonton, kami jalan ke Penjara Tua Hanoi, Maison Centrale. Lumayan serem tempatnya. Penjara ini konon digunakan untuk memenjarakan para pejuang dan warga oleh penjajah. Fungsinya bukan hanya untuk penjara, tapi juga untuk tempat pemotongan leher para tahanan. Berdasarkan cerita dan juga foto-foto dokumentasi, tidak hanya kaum pria yang disiksa, namun juga wanita dan anak-anak. Kami sempat mengambil foto di lokasi tersebut (dekat alat pemotong leher), dan saat bergaya, bulu kuduk kami pada berdiri. Kami langsung kabur deh hahahaha..

Tahanan Maison Centrale

Tahanan Maison Centrale

Tahanan Maison Centrale

Tahanan Maison Centrale

BUKAN Tahanan Maison Centrale

BUKAN Tahanan Maison Centrale

Penjara Tertutup. Ga ada yang berani buka pintunya.

Penjara Tertutup. Ga ada yang berani buka pintunya.

Alat Pemotong Leher

Alat Pemotong Leher

Korban yang Dipotong Lehernya

Korban yang Dipotong Lehernya

Lorong yang Menyeramkan

Lorong yang Menyeramkan

IMG_4745

Malam harinya, kami makan di emperan pasar Hanoi, makan Thai Dat. Toko ini super rame! Saking ramenya, kami jadi ikut-kutan makan disini. Thai Dat ini jual seafood. Konsepnya tokonya, mereka menyediakan seafood mentah, kami milih mau makan apa, dan mereka masakin buat kita. Rasanya dibilang enaaaaaaak banget sampai kita nambah hahaha.. Tapi harganya ga bersahabat. Harganya nembak. Makan di Thai Dat hampir Rp500.000!!! Gila. Tapi gapapalah sekali-kali ya. Lain kali gak mau lagi. 😀

Thai Dat

Thai Dat

Thai Dat

Thai Dat

Thai Dat

Thai Dat

c. Hari-3

Jalan-jalan ke Halong Bay memang sengaja kami pilih di hari-3. Kenapa? Karena kami butuh penyesuaian dengan kondisi masyarakat Hanoi. Masyarakat Hanoi cuek-cuek sih, ga seramah Indonesia. IMO ya. Kami ke Halong Bay naik travel dari Hotel, ongkosnya saya lupa berapa, tapi murah kok. Perjalanan ke Halong Bay cukup jauh, sekitar 4-5 jam (Jakarta – Cirebon). Jalanan menuju Halong Bay ga begitu bagus, jauh beda dengan pantura.

Saat masuk kawasan Halong Bay, entah kenapa jadi gerah banget dan panasss… Kami excited banget pengen naik kapal yang mengitari kawasan Halong Bay. Beli tiket Kapal Halong Bay (Seharga 80.000VND=US$4=Rp40.000 dan sudah termasuk perjalanan naik kapal, makan siang di kapal, dan masuk Goa stalkit).

Memasuki Kawasan Halong Bay

Memasuki Kawasan Halong Bay

Tiket Kapal

Tiket Kapal

Kapalnya

Kapalnya

Halong Bay!

Halong Bay!

IMG_4805

Bergaya Di Halong Bay

Bergaya Di Halong Bay

IMG_0065

Goa Stalkit

Goa Stalkit

Sesampainya di Hotel dari Halong Bay malam hari, kami langsung cari makan. Malam ini adalah malam terakhir kami di Hanoi, maka itu kami cari makan yang agak sedikit berkelas (baca: mahal, haha). Akhirnya kita menemukan restaurant yang pemiliknya itu adalah orang Belgia. Tempatnya romantis (sayangnya perginya sama temen hehe), pelayanannya bagus, pelayannya ramah, yang punya juga baik. Kami berempat makan steak. Sengaja pilih jenis steak berbeda supaya bisa icip-icip. Rasanya enak, harga juga sebanding dengan rasanya :).

2012-09-10 21.15.31

Yummy…

 Sekian cerita saya di Hanoi, Vietnam.

Bagi yang mau jalan-jalan ke Hanoi, selamat bertualang! 😀

Salam

-NHR.